Kesehatan

Analisis Kasus Kesehatan Mental Remaja Di Indonesia

Kasus kesehatan mental remaja di Indonesia saat ini telah menunjukan beberapa masalah yang serius. Faktor luar dan dalam menjadi penyebab utama gangguan kesehatan mental remaja. Ancaman besar ini telah mengintai remaja-remaja negeri yang kini telah dipersiapkan menjadi generasi sempurna masa depan. Ancaman itulah yang harus kita waspadai dengan cermat apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Bagaimanakah sebab akibat yang ditimbulkan dari kasus-kasus tersebut pada masyarakat. Seberapa besar dampaknya bagi tatanan masyarakan yang memiliki tingkat kumunalitas yang tinggi tersebut. Respon masyarakat terhadap adanya kasus-kasus kesehatan mental tersebut bagaimana dan apa tindakan selanjutnya. Beberapa pertanyaan itulah yang nantinya kita dapati di ruang publik setelah terjadi sebuah kasus yang menyangkut tentang mental remaja.

Dengan mobilitas yang kini kian tinggi dan komplek, waktu untuk berkumpul berkumpul dengan keluarga pasti terpangkas oleh waktu untuk bekerja. Para orang tua sibuk menjalankan pekerjaan mereka tanpa melihat posisi mereka sebagai orang tua. Pekerjaan dengan berangkat pagi jam 7 dan selesai sore jam 4 adalah jenis pekerjaan yang paling umum. Pekerjaan tersebut bisa saja tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk sekedar berbincang dan senda gurau bersama keluarga. Seharian kerja memang membuat mereka sangat kelelahan dan sesampainya di rumah kesempatan tersebut digunakan untuk istirahat. Inilah celah yang memancing adanya beberapa kasus kesehatan mental remaja di Indonesia.

Mereka yang sibuk berkerja memiliki kesempatan kecil untuk berbincang dengan anggota keluarga yang lain. Dalam hal ini yang paling beresiko menimbulkan kasus kesehatan mental remaja adalah sang anak. Anak yang seharian ditinggal kerja oleh orang tua dengan di titipkan di sekolah memiliki tidak cukup waktu untuk bersama keluarga. Mereka setelah pulang sekolah harus menunggu orang tua mereka untuk pulang kerja. Namun setelah pulang kerja giliran orang tua yang istirahat sehingga anak merasa teracuhkan. Dari sini anak akan berfikiran bahwa orang tua mereka tidak peduli terhadap mereka. Mereka kemudian memiliki sikap yang berbeda yang terkesan nakal karena kurangnya bimbingan dari orang tua. Inilah sebab-sebab kecil dari munculnya beberapa kasus kesehatan mental remaja di Indonesia.