Kesehatan

Perkembangan Kesehatan Mental Remaja Indonesia

Kesehatan mental remaja Indonesia kian hari kian disorot oleh publik, baik publik domestik maupun publik internasional. Jumlah remaja di Indonesia yang terbilang banyak dan mendominasi secara tidak langsung juga mempengaruhi perkembangan dari negara ini. bonus demografi pada tahun 2025-2045 yang didapat Indonesia menjadi kado spesial dalam peringatan 100 tahun Indonesia merdeka. Namun bonus tersebut apakah bisa dimanfaatkan secara maksimal demi pembangunan bangsa di masa mendatang. Karena itulah usaha dari berbagai pihak harus dimaksimalkan demi mencapai tujuan mulia dengan mendapatkan mental-mental remaja yang memiliki kualitas baik.

Masa remaja adalah masa dimana mereka telah meninggalkan dunia anak-anak namun tidak bisa atau belum menyentuh masa dewasa. Masa transisi ini menjadi masa yang paling rentan dalam kesehatan mental remaja Indonesia. Masa ini juga menjadi masa paling rawan pada seorang remaja. Keinginan untuk diakui menjadi penyebab utama mereka melakukan tindakan-tindakan yang diluar kesadaran. Ada juga karena mereka ingin mencari jati diri bagaimana mereka nantinya dan apa pengaruh mereka pada masyarakat di masa mendatang. Mental mereka sebenarnya bisa dikatakan masih masih sebagai anak kecil tapi jasmani mereka dipaksa menjadi orang dewasa. Untuk itulah mereka sering melakukan tindakan-tindakan yang terkadang melanggar norma-norma yang ada. Karena norma sosial mereka langgar, tentunya mereka juga meiliki kesehatan mental yang kurang. Mereka tidak bisa mengontrol nafsu yang ada dalam diri mereka sendiri dengan melakukan beberapa tindakan buruk.

Beberapa upaya harus segera dilakukan demi mencegah mendapat bonus demografi Indonesia dengan kualitas buruk. Tentunya kita sebagai warga negara yang baik menginginkan pemuda-pemudi Indonesia memiliki kesehatan mental remaja Indonesia yang berkualitas. Dengan begitu pemuda sebagai penggerak sosial mampu memberi andil besar dalam kemajuan bangsa dan negara. Kualitas mental yang baik dari seorang remaja menandakan negara mampu membimbing pemuda-pemudi menuju kearah yang lebih baik. Permasalahan pelanggaran norma bisa dicegah sedini mungkin. Dengan begitu kemajuan yang diharapkan bisa dicapai untuk kebaikan bersama yang lebih baik lagi.